ROAD SHOW SAFARI GEMAR MAKAN IKAN

………..GURU BERPERAN PENTING DALAM KAMPANYE GEMARIKAN, PENDAPAT GURU DIDENGAR DAN DIPERHATIKAN ANAK SERTA ORANG TUA

 

“………..guru berperan penting dalam kampanye gemarikan, pendapat guru didengar dan diperhatikan anak serta orang tua”, demikian disampaikan Ketua Forikan (Forum peningkatan konsumsi ikan) Kabupaten Trenggalek, Arumi Bachsin, dihadapan kurang lebih 160 siswa PAUD, TK dan SD beserta guru dan orang tua murid Kamis (20/04’17) dalam rangka road show safari gemar makan ikan (gemarikan) di aula Kecamatan Suruh. Lebih lanjut Arumi mengatakan acara ini untuk menumbuhkan kecintaan makan ikan sejak dini. Kebiasan makan ikan yang ditanamkan kepada anak akan lebih lama diingat. Harapannya para guru dapat menyampaikan informasi pentingnya makan ikan kepada orang tua murid. Mengutip Jim Dornan dalam karyanya It’s simple, not obvious, dalam membangun kebiasaan baru diperlukan waktu 2 – 3 minggu. Acara gemarikan tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak namun juga para ibu-ibu.

 

“Kesadaran makan ikan yang ditanamkan pada anak-anak hari ini akan dipanen 20 tahun mendatang”, pungkasnya. Acara yang menggabungkan informasi dan edukasi ini menyasar siswa PAUD, TK dan SD. Anak-anak PAUD, TK dan SD usia 0-8 tahun sebagaimana diinformasikan Unicef merupakan golden age periode dimana pertumbuhannya bisa mencapai 2-3 kali lipat. Usia ini memerlukan asupan gizi yang cukup dan seimbang, salah satu cara yang bisa ditempuh dengan banyak mengkonsumsi ikan. Daging ikan dikenal kaya akan kandungan protein serta asam lemak tak jenuh omega 3 dan omega 6 yang berguna untuk kecerdasan otak serta jantung, vitamin B12 yang terkandung dalam tubuh ikan berguna  untuk kesehatan hati. Mengkonsumsi ikan secara rutin dapat mencegah penyakit asma, kanker, stroke serta jantung.

Pada kesempatan yang sama juga ditampilkan senam gemari oleh anak-anak PAUD dan TK se-Kecamatan Suruh, dengan senam gemari diharapkan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ikan. Senam berdurasi 8 menit ini ternyata sudah familiar di kalangan anak-anak, senam meningkatkan perkembangan fisik dan motorik anak usia dini. Gerakan senam gemari ini layaknya gerakan senam biasa. Semua gerakan di dalam senam Gemari berisi ajakan kepada anak untuk gemar mengonsumsi makanan berbahan ikan. Senam gemari kaya akan gerak dan lagu, mengandung gerakan-gerakan dan nyanyian dengan menyebutkan khasiat ikan. Gerakan senam gemari agak berbeda dengan senam pada umumnya, gerakannya dilakukan sambil bernyanyi, mengajak gemar makan ikan, menyebutkan nama-nama ikan maupun pengolahan ikan.

Ketua PKK Kecamatan Suruh, Anik Agus Utoyo, memberikan penjelasan ”……menghayati lirik lagu senam gemari akan tumbuh minat untuk mengkonsumsi ikan”. “Anak-anak harus punya semangat laskar, pantang menyerah untuk menjadi generasi sehat, cerdas dan hebat”, ungkapnya. Dalam menyiapkan generasi yang unggul harus ada jalinan kerjasama, kebersamaan, keterpaduan antara pemerintah dan swasta. Kecamatan Suruh, selain juga Kecamatan Pule dan Bendungan, dipilih sebagai lokasi road show safari gemarikan karena lokasi geografisnya yang jauh dengan laut serta kontur wilayahnya sebagian besar pegunungan, diharapkan kebiasaan makan ikan dapat merata hingga ke daerah pegunungan mengingat banyaknya efek positif untuk kesehatan dalam membudayakan konsumsi ikan.

 Dalam sesi interaksi quiz terungkap bahwa lele adalah ikan yang paling popular di kalangan anak-anak mengingat bentuknya yang khas serta ditambah lagi mudah dijumpai di pasaran. Tidak heran karena lele merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan masyarakat. Tidak kurang dari 3000 ton per tahun produksi ikan lele di kabupaten Trenggalek. Jawaban polos anak-anak ini mengindikasikan lele adalah ikan yang paling banyak dikonsumsi, karena jumlahnya melimpah dan penyebarannya merata di pasar-pasar tradisional dengan harga terjangkau serta mudah disimpan dalam waktu lama mengingat ikan ini dipasarkan dalam keadaan hidup dan pemeliharaannya mudah sebelum siap untuk diolah lebih lanjut. Desta, Lazela, Zora, Fachri maupun Helen Latunia siswa-siswa PAUD dan SD kompak menjawab ikan lele sebagai menu ikan yang biasa disajikan orang tuanya.

Diakhir acara diperagakan demo masak dengan menu berbahan dasar ikan oleh chef Andri Waspada dihadapan para guru dan orang tua murid. Chef Andri mengenalkan menu baru, rempah tuna. Kreasi menu ini dipilih didasarkan pada kemudahan memperoleh ikan tuna di pasar yakni berupa ikan asap yang disapit menggunakan bilah bambu. Ikan sapit asap ini mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional namun tidak banyak orang tahu bahwa ikan asap ini berasal dari daging ikan tuna, pada umumnya orang mengenal ikan tuna sebagai ikan segar yang mahal dan dikhususkan sebagai komoditi ekspor. Menu rempah tuna ini mudah dibuat, simple, tidak memakan waktu lama buat memasak hanya 20 menit, terang chef yang telah mendapatkan penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional untuk kreasi menu berbahan dasar ikan. Bahan utama ikan sapit asap dicincang halus, parutan kelapa muda disiapkan kemudian diaduk dengan ikan yang telah dicincang halus, ditambah satu butir telur untuk perekat. Tepung maizena ditambahkan dalam adonan agar lebih rekat, merica bubuk ditaburkan ke dalam adonan serta sedikit garam dan gula. Adonan kemudian dibentuk menyerupai gumpalan yang ditusukkan dalam batang kayu eskrim selanjutnya digoreng………… menu rempah tuna telah siap disantap. Kalau menginginkan buat disimpan lama adonan dalam tusukan stick batang es krim dapat direbus dahulu lalu disimpan dalam lemari es sebelum digoreng sewaktu-waktu, urainya.*(ti)

Add a comment

SERTIFIKAT HALAL PRODUK

 SERTIFIKASI HALAL PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

 

   Awal Tahun 2016 ini MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) telah resmi diberlakukan.  Indonesia bebas menjual produknya ke luar negeri demikian pula produk-produk luar telah membanjiri pasar Indonesia.   Akan tetapi MEA dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi Competition Policy, Consumer Protection, Intelectual Property Rights (IPR), Taxation dan E-commerce.  Dengan demikian dapat tercipta iklim persaingan yang adil dan terdapat perlindungan konsumen.  Sehingga bila produk kita mau masuk dan ikut bermain (mau tidak mau harus mau) di pasar MEA, maka harus memenuhi standar kriteria MEA, kita harus berbenah diri agar produk kita mampu bersaing.

   Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek telah melakukan upaya-upaya antara lain memfasilitasi Sertifikasi Halal untuk produk kelautan dan perikanan.

   Pada Tahun 2015 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan – P2HP, yang sekarang menjadi Direktorat Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan – PSDPKP) telah memfasilitasi Sertifikasi Halal bagi 10 Kelompok yaitu :

 

No

Nama Kelompok

Nama Produk

1

Purnama

 

Amplang Ikan “Aura Dinar”

Pastel Ikan “Aura Dinar”

Sumpia Ikan “Aura Dinar”

Samosa Ikan “Aura Dinar”

Stick Ikan “Aura Dinar”

Kerupuk Ikan “Aura Dinar”

Potato Ikan “Aura Dinar”

 

2

Saropah

Kerupuk Ikan Cap Dua Ikan

 

3

Ulam Sari

Kerupuk Ikan

 

4

Mina Bahari Sentosa

 

Abon ikan “Queen”

Nugget Ikan “Queen”

Crispy ikan “Queen”

Kaki Naga ikan “Queen”

Pangsit Ikan “Queen”

 

5

KUB. Mina Prima Mandiri

 

“Gemar Ikan” (Abon Ikan, Nugget Ikan, Rolade Ikan, Bakso Ikan, Siomay, Samosa, Otak-otak, Sosis ikan, Pastel Ikan, Kaki Naga Ikan)

 

6

Aroma Bahari

Kerupuk Ikan rasa Enak Cap Ikan Tengiri

 

7

KUB. Aneka Mina

 

Alen-alen Ikan “Windcenzza”

Keripik tempe Rasa Ikan “Windcenzza”

Stick Ikan “Windcenzza”

 

8

Berkah Mina

 

Abon Ikan “Aira”

Nugget Ikan “Aira”

Terasi Udang “Aira”

 

9

Bestari

Kerpuk Ikan “Bestari”

 

10

Mina7

 

Abon Ikan “Mina 7”

Tahu Bakso “Mina 7”

Abon Ikan “Mina 7”

Rolade Ikan “Mina 7”

Kaki Naga “Mina 7”

Nugget “Mina 7”

Samosa (Basah) “Mina 7”

 

 

Sedangkan Tahun 2016 ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek memfasilitasi 4 (empat) Kelompok untuk Sertifikasi halal, yaitu :

No

Nama Kelompok

Nama Produk

1

Teluk prigi

 

Bakso

Nugget

Siomay

 

2

Mina Makmur

Stick ikan

3

Jibeg bangkit

 

Pempek

Nugget

 

4

Sido rkun

Bakso

 

Berikut foto produk olahan Kelautan dan Perikanan :

   Abon ikan

Abon tuna

 

Bakso ikan

  

Bakso ikan

 

 Kaki naga ikan laut

  

Kaki naga ikan laut

 

 Kerupuk ikan laut mentah

 

Kerupuk ikan laut

 

 Nugget ikan laut

  

Tahun ikan tuna

 

Add a comment

KEGIATAN FORIKAN TRENGGALEK

SALAH SATU UPAYA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN TRENGGALEK BERSAMA FORIKAN MENINGKATKAN KONSUMSI IKAN

 

Dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Trenggalek, Dinas Kelautan dan Perikanan bersama FORIKAN tidak bosan-bosannya mengkampanyekan Gemar Makan Ikan baik melalui Safari, Work Shop maupun Gebyar Gemarikan.

Pada tahun 2016 ini Safari Gemarikan dilaksanakan pada tanggal 18 bulan Maret dengan sasaran anak didik siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta yang ada di Kecamatan Trenggalek sejumlah 100 siswa yang didampingi oleh guru masing-masing dengan nara sumber Ketua FORIKAN Kabupaten Trenggalek Ibu Arumi Emil Elestianto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek bapak ir. Syuhada Abdullah, M.Si dan dari Sekretaris Dinas Kesehatan ibu dr. Ratna Sulistyowati. M.Kes.  Acara dibuka oleh Bupati Trenggalek Bapak Dr. Emil Elestianto, M.Sc. dengan pesan agar anak-anak menyukai ikan sebagai lauk sehari-hari.  Dalam pengarahannya ketua FORIKAN Trenggalek berpesan agar anak-anak mulai belajar menyukai ikan sejak usia dini karena ditangan anak-anak inilah terletak masa depan Bangsa, dengan membudayakan mengkonsumsi ikan diharapkan akan lahir generasi yang sehat, kuat dan cerdas sehingga bisa membawa Bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Trenggalek menjadi maju dan sejahtera.  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan mengingatkan bahwa Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di Provinsi Jawa Timur, tetapi sayangnya produksi ikan yang luar biasa ini belum berbanding lurus dengan tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Trenggalek, karena pada tahun 2014 tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Trenggalek masih 22,88 kg/kapita/tahun dan meningkat sedikit di tahun 2015 sebesar 23,51 kg/kapita/tahun ini masih relatif rendah bila dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan di Jawa Timur yang sudah mencapai sekitar 30 kg/kapita/tahun apalagi bila dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan di tingkat nasional yang sudah mencapai 38,14 kg/kapita/tahun di tahun 2014 dan 41,11 kg/kapita/tahun pada tahun 2015.  Dengan selalu mengkampanyekan Gemar Makan Ikan di semua tingkatan usia diharapkan ke depan tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Trenggalek dapat meningkat secara signifikan.  Adapun dr Ratna dari Dinas Kesehatan menyampaikan pesan “Optimalkan pertumbuhan otak anak dengan konsumsi ikan” karena masalah gizi dan kesehatan anak tidak selalu disebabkan faktor genetik akan tetapi perbaikan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) akan menunjang proses tumbuh kembang janin, bayi dan anak sampai usia 2 tahun.

Adapun Work Shop Gemarikan dilaksanakan pada tanggal 14 April 2016 dengan sasaran guru TK dan PAUD se Kabupaten Trenggalek dengan nara sumber dr. Ratna dari Dinas Kesehatan, dalam kesempatan ini dr. Ratna menyampaikan pesan kepada para guru agar selalu menyelipkan pesan kepada anak didiknya untuk tidak lupa sarapan pagi dan pentingnya makan ikan untuk tumbuh kembang yang optimal, kenapa ikan sangat penting bagi tumbuh kembang anak? Karena protein  pada ikan mudah dicerna dan diserap oleh tubuh untuk proses pertumbuhan anak-anak dan omega 3 pada ikan sangat penting untuk kecerdasan anak-anak kita.

 

 

 Sedangkan kegiatan Gebyar Gemarikan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2016 di Pendopo Manggala Praja Nugraha dengan sasaran anak – anak didik tingkat pemula (PAUD dan TK) se Kabupaten Trenggalek sejumlah 350 anak didik dengan didampingi oleh guru masing-masing.

Sebelum acara dibuka oleh Bupati Trenggalek Bapak Dr. Emil Elestianto, M.Sc, terlebih dahulu anak-anak menampilkan senam gemarikan secara masal dipandu oleh guru-guru PAUD.  Ditengah – tengah sambutannya ketua FORIKAN Trenggalek Ibu Arumi Emil Elestianto sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada anak-anak :

“anak-anak siapa yang pengen jadi pilot?, siapa yang pengen jadi dokter?, siapa yang bercita-cita jadi bupati?” dan anak-anak dengan antusias mengacungkan telunjuk dan menjawab serentak “sayaaaaaa.....”, “ wah bagus sekali cita-cita kalian, berarti kalian harus rajin belajar dan makan makanan yang bergizi, salah satunya adalah ikan ya anak-anak”.  Begitulah sekelumit dialog antara ketua FORIKAN Kabupaten Trenggalek dengan anak-anak peserta Gebyar Gemarikan pada bulan Mei yang lalu.  Acara Gebyar Gemarikan kali ini selain diisi dengan senam, menyanyi aku seka makan ikan, dialog juga diisi dengan permainan-permainan edukatif, yaitu antara lain menggambar ikan, lari zig zag, memancing ikan mainan dan menangkap serta memindahkan belut.    Sengaja yang diundang dalam gebyar gemarikan kali ini adalah anak didik usia dini (PAUD dan TK) beserta para guru, hal ini karena kita berharap anak-anak dapat mulai menyukai makan ikan sejak dini, karena ikan sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak sampai usia lanjut.  Adapun manfaat ikan bagi kita antara lain memperkuat tulang dan kuku, mengurangi resiko kelahiran prematur pada bayi, mengurangi resiko penyakit asma, meningkatkan IQ anak, meningkatkan stamina/daya tahan tubuh dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

 

 

 

 

 

Add a comment

More Articles...

  1. Banjir Pantai Blado
 
/