SELAYANG PANDANG PERIKANAN TRENGGALEK

 

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur di bagian selatan pada koordinat 1110 24’ hingga 1120 11’ Bujur Timur dan 70 53’ hingga 80 34’ Lintang Selatan, sebelah Utara berbatasan dengan  Kabupaten   Tulungagung   dan   Ponorogo,   sebelah Timur Kabupaten Tulungagung, sebelah Selatan Samudera Hindia dan sebelah Barat Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan.

Luas Wilayah Kabupaten Trenggalek 126.140 Ha, secara  topografi   sebagian  besar wilayahnya  (2/3  bagian) merupakan dataran tinggi dan sebagian kecil (1/3 bagian) lainnyamerupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian tanah  berkisar   antara0 sampai dengan 1.500 m dari permukaanlaut.

Sebagian besar dari wilayah Kabupaten Trenggalek mempunyai kemiringan antara 0 – 8 % sedangkan kemiringan 8 % - 15 % terdapat pada Kecamatan Panggul bagian Utara, kemiringan 15 % - 25 % terdapat pada Kecamatan Munjungan dan Watulimo, sedangkan kemiringan lebih dari 25 % terdapat di Kecamatan Pule.

Jenis-jenis tanah yang ada di Kabupaten Trenggalek terperinci sebagai   berikut; Aluvial, Mediteran Grumosol, Mediteran Andosol Regosol, Litosol Andosol.Lapisan aluvial terdapat sepanjang sungai Ngasinan meliputi Kecamatan Durenan, Pogalan, Trenggalek, Tugu, Karangan dan Gandusari. Lapisan mediteran grumosol dan regosol terdapat di Kecamatan Bendungan, demikian pula lapisan mediteran terdapat merata di 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Kabupaten Trenggalek terletak di sekitar garis khatulistiwa mempunyai musim kemarau dan musim penghujan. Lazimnya Bulan November - Maret merupakan musim penghujan dan musim kemarau terjadi pada bulan April – Oktober.

Panjang Pantai Selatan Kabupaten Trenggalek 96 Km dimana sebagian besar pantainya berbentuk teluk yang terdiri Teluk Panggul, Teluk Munjungan dan yang paling besar adalah Teluk Prigi. Terdapat 57 pulau-pulau kecil di Kabupaten Trenggalek 2 diantaranya termasuk pulau terluar NKRI yakni P. Sekel yang secara administrative masuk Kecamatan Watulimo dan P. Panikan di Kecamatan Munjungan.

Teluk Panggul tidak lebar, terdapat karang-karang dasar berlumpur campur pasir mempunyai kedalaman 8 – 40 m, sekitar pantai terdapat tanaman hutan dan sebagaian kecil telah dihuni penduduk yaitu di Teluk Konang. Luas Teluk Panggul dari hasil dari hasil estimasi planimetri adalah 13,096 km2.  Gugus pulau yang ada di Panggul meliputi gugus pulau-pulau Banyutarung, P. Gada, P. Konyelan, P. Karang Malang, P. Lumbung, P. Jarang dan P. Teang.

Desa Nglebeng dan Desa Wonocoyo di Panggul termasuk desa pantai, yakni desa yang wilayahnya memiliki pantai. Fishing base nelayan berada di Pantai Joketro dan Pantai Kuyon. Pemukiman nelayan beserta aktivitasnya banyak terdapat di Desa Nglebeng, Desa Banjar, Desa Ngrambingan.

 Kegiatan perikanan di Teluk Panggul bersifat musiman dengan mengikuti musim hujan dan musim kemarau. Pada saat musim kemarau biasanya disebut musim ikan karena tingginya hasil tangkapan ikan-ikan pelagis.

Teluk Munjungan mempunyai banyak tebing yang curam dan berbatu karang, dasar pasir mempunyai kedalaman 10 – 15 m, sekitar pantai masih banyak terdapat hutan, sebagian kecil penduduk berdiam di Dukuh Ngadipuro, Desa Craken. Teluk Munjungan memiliki beberapa subteluk diantaranya Teluk Sumbreng, Ngadipuro, Ngampiran, Kempong, dan Nglonjo. Teluk Sumbreng merupakan teluk yang terluas yakni ± 11,225 km2. Gugus pulau di Munjungan terdiri P. Sasah, P. Kalongan, P Percak serta P. Panikan.

Desa pantai di Munjungan terdiri; Desa Bendoroto, Desa Tawing, Desa Munjungan, Desa Masaran, Desa Craken, Desa Ngulung Kulon serta Desa Ngulong Wetan. Fishing base nelayan berada di Pantai Ngadipuro dan Pantai Blado. Alat tangkap yang dipakai nelayan di Munjungan berturut-turut didominasi pancing ulur, jaring thithil, jaring udang, jaring tarik, payang.

Teluk Prigi merupakan teluk paling besar mempunyai 3 (tiga) kawasan sub teluk (labuhan) Damas di Desa Karanggandu, labuhan Gangsa di Karanggongso, Desa Tasikmadu dan labuhan Prigi di Tasikmadu. Teluk Prigi mempunyai dasar laut lumpur bercampur pasir sedikit berbatu karang mempunyai kedalaman 15 – 61 m sebagian besar pantainya sudah terbuka hanya sebagian kecil saja yang masih terdapat hutan. Luas Teluk Prigi mencapai ±9.855 ha, terdapat ±20 gugus pulau kecil.  Desa pantai di Teluk Prigi terdiri dari Desa Tasikmadu, Desa Prigi serta Desa Karanggandu.

Sepanjang pantai Teluk Prigi dihuni oleh penduduk dan menjadi pusat kegiatan perikanan dengan telah dibangunnya Pelabuhan  Perikanan Nusantara Prigi yang memiliki 2 unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI), terletak di sebelah barat dan timur. Di samping itu di kawasan Pantai Prigi juga terdapat Perum Prasarana Perikanan Samudera dan Balai Benih UdangGalah.

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi di Teluk Prigi merupakan fishing base utama nelayan Trenggalek. PPN Prigi memiliki fasilitas pendaratan ikan yang lengkap beserta fasilitas pendukungnya meliputi; dermaga, kolam labuh kapal, breakwater, revetment, groin, air bersih, listrik, water treatment dan penampung air, layanan Bahan Bakar, Pabrik Es, Coldstorage, mesin penghancur es, laboratorium pembinaan dan pengujian mutu hasil perikanan serta pengolahan limbah.

Musim ikan di Kabupaten Trenggalek jatuh pada bulan April sampai dengan bulan Oktober sedangkan bulan Nopember sampai dengan Maret merupakan musim paceklik dengan adanya hujan dan angin kencang. Kegiatan penangkapan yang dilakukan oleh nelayan selama ini masih terkonsentrasi di sekitar pantai, saat ini mulai berkembang usaha-usaha penangkapan ikan yang berorientasi pada penangkapan ikan lepas pantai dengan memperhatikan aspek kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan.

Alat tangkap dominan yang digunakan nelayan terdiri; pancing ulur, pancing tonda, jaring klitik, jarring udang, gill net, purse seine, payang serta jaring tarik. Hasil tangkapan utama nelayan didominasi ikan tongkol, layang, lemuru, cakalang, peperek, layur, tuna, ubur-ubur, teri, tembang, selar, kembung, kwee, bambangan.

Masyarakat yang melakukan usaha penangkapan ikan banyak yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB), tercatat lebih dari 100 KUB penangkapan ikan.

Kabupaten Trenggalek memiliki 28 sungai dengan panjang antara 2,00 km hingga 41,5 km. Adapun sumber air tercatat ada sejumlah 361 mata air yang tersebar di masing-masing kecamatan. Pada dataran rendah mengalir sungai-sungai dari batas Utara dan Selatan menuju kebagaian Timur dari Kabupaten Trenggalek terus kearah Kabupaten Tulungagung. Debit air sungai-sungai tersebut tinggi pada musim penghujan sedangkan pada musim kemarau debit air relatif kecil.  Sungai-sungai yang terdapat di Kabupaten Trenggalek adalah:

Ø  Sungai Ngasinan di Kabupaten Trenggalek dengan anak-anak sungai kali Pinggir, kali Ngepeh, kali Jati, Kali Milir, kali Tawing, kali Klitik, kali Sukun, kali Bagong, kali Prambon yang bermuara di kaliBrantas.

Ø  Kali Ngemplak bermuara di Teluk Prigi KecamatanWatulimo.

Ø  Kali Tumpak Nongko bermuara di TelukMunjungan.

Ø  Kali Bugelan bermuara di Teluk Ngadipuro KecamatanMunjungan.

Ø  Kali Panggul, kali Konang bermuara di Teluk Konang Kecamatan Panggul.

Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai pengairan, pertanian dan mengairi kolam-kolam milik masyarakat. Terdapat 104 bendungan sepanjang aliran sungai terdiri 15 bendungan sedang, 76 bendungan kecil serta 13 embung.

Potensi perairan umum di Kabupaten Trenggalek yang dapat dikelola meliputi:

Sungaisepanjang                   ±323,50Km     Wadukseluas          ±25Ha

Berikut daftar panjang aliran sungai beserta rata-rata debit air:

No

Nama Sungai

Panjang Sungai

Rata-rata Debit Air

1

Bagong

± 22,5 km

7,691 m3/detik

2

Sukun

± 11 km

 

3

Prambon

± 13,5 km

1,856 m3/detik

4

Kedungmoro

± 8,5 km

0,198 m3/detik

5

Klumutan

± 4 km

 

6

Jolok

± 2,25 km

 

7

Ngasinan

± 41,5 km

3,852 m3/detik

8

Klitik

± 7,25 km

 

9

Munjungan

± 5,5 km

4,126 m3/detik

10

Anjok

± 2 km

 

11

Darungan

± 4,5 km

 

12

Ngepeh

± 8 km

0,597 m3/detik

13

Duren

± 7,5 km

 

14

Mlinjon

± 19 km

4,109 m3/detik

15

Jati

± 15 km

2,138 m3/detik

16

Tawing

± 27 km

1,777 m3/detik

17

Gedangan

± 36,5 km

4,417 m3/detik

18

Konang

± 17 km

4,895 m3/detik

19

Ngulung

± 6 km

 

20

Bungur

± 2 km

 

21

Craken

± 5 km

 

22

Tumpak Nongko

± 14 km

 

23

Songo

± 4 km

 

24

Karanggandu

± 3,5 km

 

25

Bubuk

± 2 km

 

26

Ngemplak

± 10,5 km

 

27

Sowan

± 5,5 km

 

28

Dongko

± 13,5 km

 

 

Pemanfaatan sumberdaya perikanan pada perairan umum hingga saat ini cukup baik. Usaha-usaha pemanfaatan sumberdaya perairan umum antara lain penangkapan ikan di sungai, waduk dan chekdam. Selain itu juga telah dilakukan penebaran benih ikan di sungai, chekdam dan waduk untuk pengelolaan dan pelestarian sumberdaya perikanan.

Kegiatan perikanan budidaya dibagi menjadi budidaya air tawar, budidaya tambak dan budidaya laut. Di Kabupaten Trenggalek kegiatan budidaya yang berkembang adalah usaha budidaya air tawar terutama di daerah datar yaitu di Kecamatan Durenan, Karangan, Gandusari, Kampak, Trenggalek, Tugu, dan Pogalan. Usaha budidaya di kabupaten Trenggalek tetap didominasi oleh komoditas ikan lele, yang kemudian urutan berikutnya adalah ikan gurami dan ikan nila. Produksi lele yang diusahakan masyarakat mencapai 3000 ton per tahun. Masyarakat yang melakukan usaha budidaya ikan banyak yang terhimpun dalam Kelompok Budidaya Ikan (POKDAKAN).

Potensi lahan untuk budidaya air tawar di Kabupaten Trenggalek masih cukup besar untuk eksploitasi. Disamping lahan yang mendapatkan pengairan dari sungai/saluran irigasi juga lahan yang ada di pekarangan masyarakat dengan pengairan dari sumur. Dari potensi sumberdaya air tawar dengan melihat dari segi situasi alam yang ada, pemanfaatan sumberdaya air tawar di Kabupaten Trenggalek diarahkan pada kolam-kolam di lahan terbatas secara intensif dan ditambah adanya kolam-kolam pekarangan yang pengairannya diperoleh dari air sumur dengan bantuan pompa listrik maupun diesel.

Namun sejalan dengan perkembangan budidaya perikanan di  Kabupaten Trenggalek saat ini masyarakat sudah mulai menggunakan  sawah pertanian untuk diubah menjadi kolam yang digunakan untuk usaha budidaya ikan dengan menggunakan pengairan irigasi ataupun sumberair.

Kegiatan budidaya air payau mulai berkembang di Trenggalek, tambak udang mulai diusahakan masyarakat di Teluk Munjungan Kecamatan Munjungan, Teluk Prigi Kecamatan Watulimo dan Teluk Panggul di Kecamatan Panggul. Pemeliharaan karamba jaring apung dalam sekala kecil juga mulai dirintis di Teluk Prigi.

Kegiatan pengolahan perikanan di Kabupaten Trenggalek sebagian besar terdiri dari usaha pemindangan, pengeringan dan pengasapan yang masih berkisar pula pada hasil perikanan laut. Pemindangan mendominasi produksi ikan olahan di Trenggalek, sementara kalau dilihat jumlah pelaku usaha pengasapan ikan merupakan usaha rumahan yang paling banyak dilakukan. Jenis olahan lain yang sedang berkembang adalah aneka olahan dari jelly fish (bakso, nugget, kaki naga, kerupuk dll). Para pengolah ikan banyak yang tergabung dalam kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR).

Pengolahan ikan masih terkonsentrasi di Teluk Prigi sebagai pusat aktivitas perikanan. Sentra pengolahan terdapat di kawasan Bengkorok yang bersebelahan dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi dengan produksi utama ikan pindang, produksi ikan pindang mencapai 4.500 ton pertahun. Khusus untuk ikan pindang dipasarkan sampai ke luar daerah seperti Tulungagung, Nganjuk, Jombang, Malang, Surabaya, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Kediri, Semarang, Yogyakarta, Pacitan dan Solo, sedangkan untuk ikan pindang kering dikirim sampai ke Pulau Sumatra.*

 

 

 

Add a comment
 
/